Akhirnya setelah berperang melawan penyakit yang dideritanya (kanker hati dan diabetes), akhirnya mama pun pergi meninggalkan kami ke rumah Bapa yang indah pada hari Minggu, 16 Mei 2010 jam 22.50 di RS. Citra Harapan, Harapan Indah.
Sebenarnya mama sudah ktiris dari sesudah maghrib, tapi karena kami meminta kepada mama untuk bersabar menunggu adik kami yang paling bungsu Imon, yang sedang dalam perjalanan menuju ke Jakarta dari Bali dan mama pun berusaha amat sangat keras untuk menunggu, tapi apalah daya, karena sudah tidak kiat. mama pun akhirnya pergi dan yang amat sangat membuat kami semakin sedih adalah tidak lama berselang mama kami meninggal, adik kami pun datang, dan itu membuat hatinya amat sangat hancur karena dia sampai hanya bisa melihat mama kami sudah poergi menghadap Bapa di Surga.
Tapi ini mungkin sudah rencana Tuhan, adik kami tidak melihat mama di saat terakhir, karena jika dia melihat, adik kami mungkin akan mengalami trauma yang besar.
Begitu berat dan begitu sedih ats kepergian mama kami, karena jujur saja, kami sekeluarga tidak siap menghadapinya, karena kami tidak pernah mengira mama begitu cepat meninggalkan kami, tapi yah kami harus bisa menerimanya dan siap mengahdapinya.
Papa yang terlihat tegar, tapi kami tau papa yang begitu sedih, karena Papa amat sangat mencinta mama kami dan kami tahu mama kami adalah belahan jiwa papa.
Saat ini, kami harus bisa sama - sama membangun satu sama lain dan harus menjaga satu sama lain.
Selamat Jalan Mama, walaupun ini berat, tapi kami ikhlas dan rela akan kepergianmu. Jaga dan bimbing kami semua dari atas sana yah ma....
Sebenarnya mama sudah ktiris dari sesudah maghrib, tapi karena kami meminta kepada mama untuk bersabar menunggu adik kami yang paling bungsu Imon, yang sedang dalam perjalanan menuju ke Jakarta dari Bali dan mama pun berusaha amat sangat keras untuk menunggu, tapi apalah daya, karena sudah tidak kiat. mama pun akhirnya pergi dan yang amat sangat membuat kami semakin sedih adalah tidak lama berselang mama kami meninggal, adik kami pun datang, dan itu membuat hatinya amat sangat hancur karena dia sampai hanya bisa melihat mama kami sudah poergi menghadap Bapa di Surga.
Tapi ini mungkin sudah rencana Tuhan, adik kami tidak melihat mama di saat terakhir, karena jika dia melihat, adik kami mungkin akan mengalami trauma yang besar.
Begitu berat dan begitu sedih ats kepergian mama kami, karena jujur saja, kami sekeluarga tidak siap menghadapinya, karena kami tidak pernah mengira mama begitu cepat meninggalkan kami, tapi yah kami harus bisa menerimanya dan siap mengahdapinya.
Papa yang terlihat tegar, tapi kami tau papa yang begitu sedih, karena Papa amat sangat mencinta mama kami dan kami tahu mama kami adalah belahan jiwa papa.
Saat ini, kami harus bisa sama - sama membangun satu sama lain dan harus menjaga satu sama lain.
Selamat Jalan Mama, walaupun ini berat, tapi kami ikhlas dan rela akan kepergianmu. Jaga dan bimbing kami semua dari atas sana yah ma....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar